Suasana khusyuk dan penuh semangat terasa di Rumah Quran Al Muslim selama kegiatan tadarusan kaum ibu yang berlangsung sejak 10 Maret hingga 20 Maret 2025. Kegiatan ini diadakan secara rutin setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB.
Kegiatan tadarusan ini diikuti oleh 10 peserta yang rutin hadir di setiap pertemuan. Meskipun kegiatan dimulai pukul 09.30, para ibu sudah hadir sejak pukul 09.00. Mereka datang lebih awal untuk mempersiapkan diri, berbincang ringan, serta mempersiapkan Al-Qur’an yang akan dibaca. Semangat mereka dalam menuntut ilmu begitu luar biasa, bahkan ada beberapa peserta yang tetap datang meskipun mengalami kesulitan, seperti sakit di bagian kaki yang membuat mereka sulit berjalan. Namun, semua rintangan itu tak menghalangi mereka untuk terus hadir dan memperbaiki bacaan Al-Qur'an.
Tadarusan ini menjadi bagian dari persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan. Para ibu dengan penuh antusias mengikuti setiap pertemuan, berusaha menyelesaikan satu juz dalam setiap sesi. Metode yang digunakan adalah membaca Al-Qur’an secara bergiliran, di mana setiap ibu mendapatkan giliran membaca dan disimak oleh ustadzah. Dengan sistem ini, bacaan menjadi lebih terkontrol, dan setiap peserta bisa belajar dari koreksi serta arahan yang diberikan.
Salah satu peserta, Ibu Siti, mengungkapkan bahwa kegiatan tadarusan ini sangat membantunya memperbaiki bacaan Al-Qur'an. “Dulu saya membaca masih terbata-bata, sering ragu dengan panjang pendeknya huruf. Tapi setelah beberapa kali mengikuti tadarusan, alhamdulillah saya semakin percaya diri dan lancar dalam membaca,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Selain sebagai ajang memperbaiki bacaan, tadarusan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi di antara para ibu. Di sela-sela kegiatan, mereka berbagi cerita, pengalaman, serta saling menyemangati satu sama lain dalam perjalanan mereka belajar Al-Qur’an. Kegiatan ini pun menjadi momen yang dinanti karena memberikan kedamaian dan ketenangan hati bagi setiap peserta.
Menjelang akhir sesi, suasana semakin haru saat semua peserta bersama-sama menutup kegiatan dengan doa. Mereka memohon kebaikan dan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta bangsa dan negara. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya sebatas membaca Al-Qur'an, tetapi juga diiringi dengan harapan serta keikhlasan hati.
Kegiatan tadarusan ini menjadi bukti bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia. Semangat kaum ibu untuk terus memperbaiki bacaan dan mendekatkan diri kepada Allah adalah contoh nyata bahwa ilmu agama selalu relevan dalam kehidupan. Rumah Quran Al Muslim pun berkomitmen untuk terus menyediakan wadah pembelajaran seperti ini agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tadarusan ini, para ibu berharap bisa terus menjaga semangat membaca Al-Qur’an di rumah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga tadarusan ini membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.
Tulis Komentar